Thursday, 8 October 2015

Tragedi Jebolnya Waduk Sempor


Waduk Sempor Pernah Jebol

Pada saat itu bendungan Sempor belum dilengkapi dengan spillway sehingga pengaturan aliran air hanya dilakukan lewat pintu air dengan kunci yang dipegang seorang petugas.

Salah satu saksi mata Mandikromo (83) menceritakan, suatu hari terjadi hujan deras mengguyur kawasan kecamtan Sempor,Perlu diketahui bahwa waduk ini merupakan tempat muara dari 2 sungai besar yaitu sungai Sampang dan Sungai Kedungwringin, Sehingga volume air waduk Sempor meningkat. Sekitar pukul 22.00 bendungan pun jebol mengeluarkan jutaan meter kubik air ke Sungai Jatinegara hingga menggenangi kawasan Gombong utara dan barat.

"Karena kejadiannya pada malam hari banyak warga yang tinggal di bawah waduk tidak bisa menyelamatkan diri," ujar warga Desa Kaliputih, Kecamatan Sempor kepada Suara Merdeka, Senin (6/4).

Bapak dari enam anak dan 24 cucu itu mengenang, banyak pemuda yang pulang dari perantauan menjadi korban. Sebab peristiwa itu terjadi menjelang bulan puasa. Pria yang juga ikut menjadi tanaga kasar pada proyek itu menceritakan, setelah tragedi tersebut pembangunan waduk sempat mangkrak selama 15 tahun.

Sebelumnya, bekas waduk merupakan pemukiman warga. Pembayaran ganti rugi tanah untuk proyek tersebut sudah dimulai tahun 1958. Sedangkan warga yang tanahnya dibebaskan kemudian bertransmigrasi ke wilayah Sumatera yakni Riau dan Jambi. "Pada waktu sebagai tukang kayu ia mendapakan upah antara Rp 20-25 dengan harga beras masih Rp 3/kg," katanya.

Guna mengenang peristiwa tersebut, pemerintah membangun monumen di Waduk Sempor. Selain daftar korban jebolnya waduk Sempor, monumen yang diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Prof DR Ir Sutami pada Maret 1978 itu juga dituliskan nama-nama pekerja proyek yang meninggal saat pengerjaan proyek tersebut.

Dari kurun waktu tahun 1961 hingga 1977 tercatat jumlah korban yang meninggal di lokasi proyek itu sebanyak 11 orang. Sayangnya monumen di kawasan waduk yang terletak enam kilometer sebelah utara Gombong itu kini dalam kondisi tidak terawat. Kondisi itu diperparah dengan ulah tangan jahil pengunjung yang mencorat-coret monumen bersejarah tersebut. Padahal monumen itu dapat mengingatkan pada peristiwa itu dan berusaha agar peristiwa yang sama kembali terulang.

Thursday, 1 October 2015

History Of Waduk Sempor

Wanita Cantik Memandangi Pemandangan Waduk Sempor
Suasana Tenang Di Waduk Sempor
Sejarah Waduk Sempor

      Waduk Sempor merupakan salah satu objek wisata berupa bendungan buatan yang terletak di kebumen.
lebih tepatnya terletak di utara kota gombong  dengan jarak kurang lebih 8 KM .
Waduk Sempor terletak di desa Sempor kecamatan sempor.
Waduk ini sudah berumur cukup lama semenjak peninggalan penajajah belanda.
Waduk Sempor Sendiri Diperkirakan dibangun pada tahun 1967 ,dan sudah mengalami beberapa renovasi.
Yang pada beberapa tahun silam bendunganini ambrol atau jebol sehingga banyak menelan korban,dieperkirakan ada sekitar 100 warga yang mininggal akibat jebolnya waduk sempor.
Terbukti dengan adanya meonumen nama nama orang yang meninggal pada tahun jebolnuya waduk sempor.
monumen yang letaknya di sisi sebelah barat waduk dituliskan dalam prasasti nama nama orang yang telah meningal.
Waduk Sempor dahulu mempunyai banyak sejarah yang masih melekat sampai saat ini.
salahsatu yang bersejarah adalah peletakan batu pertama oleh presiden soeharto sebagai persemian peletakan batu pertamba dibangunnya waduk sempor
waduk sempor dahulu tidak semegah bangunan sekarang,
dahulu hanya bendungannya masih terlihat rapuh sehingga menyebabkan jebolnya tanggul penahana air, sehingga pada tahun 1972 mengalami renovasi dengan banungan yang lebih kuat untuk menahan laju air dari kedua sumber air kali sampang dan kedungwringin.
dahulu pesona waduk sempor tidak seindah sekarang,
masih banyak hutan disisi kanan maupun kiri tumbuh di sempor,
namun sekarang akses jalan sudah semakin mudah dan dapat dijangkau dengna kendaraan roda dua maupun empat.